NLP bukan hanya sekedar ilmu terapi.

Mungkin di pikiran salah satu pembaca langsung kaget: Hah, NLP bukan hanya sekedar ilmu terapi?

Banyak orang salah paham dan berekspektasi terlalu sempit saat belajar di kelas -kelas NLP. Mereka menyangka, ilmu NLP itu hanyalah sekedar ilmu terapi, mirip-mirip semacam hypnotherapy, EFT atau yang sejenis, yang hanya mengajarkan teknik-teknik terapi siap pakai. Senyatanya NLP lebih luas dari itu, NLP adalah ilmu modeling, ilmu untuk menduplikasi keunggulan.

Modeling dalam NLP memungkinkan Anda untuk mempelajari dan menduplikasi keunggulan seseorang. Aplikasi modelling ini sungguh tak terbatas, nyaris bisa dikatakan “Bila ada seseorang pernah melakukan sesuatu hal, maka dengan modeling kita juga dapat menduplikasi agar bisa melakukannya juga”.

Di artikel ini, misalkan kita andaikan akan  melakukan modeling untuk memiliki self confidence yang diperlukan dalam kehidupan. Untuk itu, kita akan melakukan serangkaian proses modeling untuk membuat perubahan prilaku dan kebiasaan.

Dalam perspektif NLP, model perubahan perilaku itu dibuat bentuk dalam bagan berikut ini:

PS –> DS

Perubahan selalu dimulai dari Kondisi Saat Ini (PS) ke Kondisi Yang Diinginkan (DS), pengertian ‘Kondisi’ adalah meliputi Pemikiran, Perasaan dan Fisiologi. Dalam konteks Self Confidence, maka suatu perubahan dimulai dari kondisi (pemikiran, perasaan dan fisiologi) yang tadinya kurang percaya diri, dibawa berpindah ke Kondisi yang lebih percaya diri di berbagai aspek kehidupan.

Untuk mencapai kondisi percaya diri ini, kita membutuhkan sumberdaya. Sumberdaya ini bisa saja berupa: kemampuan membuang belief yang tidak memberdayakan, meng-install belief baru yang memberdayakan, kemampuan imajinasi, tindakan nyata, perasaan bahagia mengenai suatu hal, dan lain-lainnya.

Dengan cara-cara yang biasa dikenal di masyarakat, perubahan prilaku untuk bisa menjadi percaya diri, sangatlah perlu waktu lama, karena membutuhkan pembiasaan prilaku baru. Disamping itu, diyakini bahwa perubahan prilaku membutuhkan suatu will power (kehendak kuat) agar bisa berhasil.

Oleh karena itu, perubahan prilaku untuk membangun kepercayaan diri dengan cara-cara biasa seringkali tidak berhasil. Hal ini disebabkan tidak banyak orang yang memiliki kehendak kuat dan siap bertahan untuk melakukan pembiasaan perubahan dalam jangka lama.

Dengan teknik NLP, perubahan prilaku untuk membangun kepercayaan diri tidak memerlukan suatu ‘will power’ untuk sukses. Sebab teknik NLP melibatkan pendekatan yang mempengaruhi pikiran sadar dan bawah sadar sekaligus. Ingat, salah satu bagian di dalam pikiran sadar mengandung yang namanya faktor kritis (critical factor). Karena sifatnya yang kritis, maka bagian ini yang sering menghambat perubahan prilaku, maka diperlukan will power. Namun jika kita mampu menembus bagian ini, maka perubahan prilaku bisa dilakukan dengan mudah.

Dengan teknik-teknik NLP yang akan segera anda kuasai, anda benar-benar belajar mengubah kebiasaan langsung ke sumbernya yaitu di level bawah sadar. Ingat, belief system, kebiasaan dan prilaku itu tertanam di bawah sadar. Dan kita sudah ketahui bahwa self confidence erat berhubungan dengan belief system, kebiasaan dan prilaku.

NLP seperti juga hypnotherapy, memiliki kemampuan menembus bawah sadar seseorang dengan efektif. Perbedaannya, dalam NLP tidak diperlukan suatu kondisi (state) yang seperti ‘tidur’, sebagaimana yang dilakukan dalam hypnosis. Sehingga NLP bisa dilakukan secara pribadi, dengan lebih mudah, fun dan informal.

Bawah sadar memiliki cara bekerja yang khas, dan selalu melakukan apa yang diminta secara konsisten.

Diambil dari tulisan Roni FR.