Hipnosis dan Gelombang Otak


Melalui berbagai penelitian menunjukkan bahwa gelombang otak manusia mengalami perubahan saat memasuki kondisi hipnosis. Perubahan gelombang otak tersebut dapat diukur dengan menggunakan alat yang disebut dengan EEG (Elektroencepalograph ). Alat tersebut masih tergolong mahal maka hanya orang-orang tertentu atau lembaga tertentu yang memilikinya.
Secara garis besar gelombang otak manusia dapat dibedakan menjadi empat yaitu : beta,apha,theta dan beta. Saat seseorang melakukan pekerjaan sehari-hari maka gelombang otak beta akan lebih dominan. Nah saat seseorang mulai santai dan relaks maka berangsur-angsur gelombang otak mulai turun dan bergeser ke gelombang alpha.
Berikut ini penjabaran mengenai gelombang otak:
1. Beta (14 – 30 hertz )
Gelombang otak beta merupakan gelombang otak dengan frekuensi paling tinggi yaitu antara 14 siklus per detik/ hertz hingga 30 hertz. Saat seseorang dalam kondisi gelombang beta otak terjaga sepenuhnya atau dengan kata lain pikiran sadar menguasai sepenuhnya. Seseorang sibuk mempelajari sesuatu, menganalisis, atau memperhatikan kejadian umum yang berada diluar dirinya. Dalam kondisi gelombang beta seseorang dapat memikirkan antara 5-9 kejadian sekaligus. Jadi fokus pikiran masih terbagi-bagi atau dengan kata lain terlalu banyak informasi yang menjadi perhatian (kurang konsentrasi/ tidak fokus). Dalam kondisi seperti ini tidaklah efektif untuk memberikan semacam sugesti dalam hipnoterapi. Dalam dunia pendidikan gelombang beta kurang efektif karena anak cenderung kurang konsentrasi sehingga anak sulit menerima informasi dari guru.
2. Alpha (8 – 13,9 hertz)
Gelombang otak alpha merupakan jenis gelombang otak yang frekuensinya berada dibawah gelombang beta yaitu antara 8 hingga 13,9 hertz. Saat seseorang memasuki keadaan relaks dan santai, tenang maka dapat dikatakan bahwa ia memasuki gelombang otak alpha. Seseorang yang telah memasuki gelombang otak alpha maka ia dapat merasakan relaksasi tubuh dan pikiran. Saat seseorang memasuki gelombang alpha maka pikirannya mulai mengarah kedalam dirinya sendiri ( internal) dan seseorang mulai melemah pikiran sadarnya dan digantikan oleh pikiran bawah sadar yang semakin kuat. Pada kondisi ini pikiran seseorang hanya fokus pada 1-3 kejadian / informasi (lebih terfokus) sehingga sugesti dalam hipnoterapi dapat efektif diberikan. Dalam dunia pendidikan kondisi ini sangat baik dimanfaatkan untuk proses pembelajaran dimana pikiran siswa terfokus sehingga lebih mudah menyerap informasi atau materi pelajaran. Cara menurunkan gelombang otak menuju gelombang alpha yaitu dengan relaksasi, mendengarkan musik lembut, dengan mendongeng atau cerita, atau dengan berdoa sejenak.
3. Theta (4-7,9 hertz)
Gelombang theta merupakan gelombang otak yang posisinya berada di bawah frekuensi gelombang alpha yaitu antara 4- hingga 7,9 hertz. Saat seseorang kesadarannya mulai mengarahkan pada dirinya sepenuhnya( internal) maka dapat dipastikan bahwa seseorang telah memasuki gelombang otak theta. Dalam kehidupan sehari-hari kita sering merasakan kantuk yang amat sangat tetapi kita masih bisa mendengar suara. Inilah yang disebut dengan kondisi theta dimana pikiran bawah sadar memegang kendali pikiran sepenuhnya. Dalam kondisi ini pikiran hanya fokus pada satu informasi saja. Gelombang frekuensi ini sangat cocok digunakan untuk terapi dalam hipnoterapi, regresi (kembali ke masa lalu),past life, part terapi, chair terapi, anesthesi dan lain-lain.Tentu saja penggunaannya harus dilakukan oleh orang yang berkompeten(ahli di bidangnya). Ciri-ciri seseorang memasuki frekuensi gelombang tehta antara lain pernafasan melambat, pernafasan perut sehingga kelihatan kembang kempis perut, mata cekung, wajah agak berkeringat, sering terjadi REM (rapit eye movement)
4. Delta (0,1 – 3,9 hertz )
Gelombang otak delta merupakan jenis gelombang otak dengan frekuensi yang sangat lambat yaitu antara o,1 hingga 3,9 hertz. Jika seseorang memasuki kondisi gelombang ini maka ia tidak merespon dunia sekitarnya karena dalam keadaan tidur lelap atau tidur sangat nyenyak. Dalam kondisi ini terapi sugesti tidak efektif dilakukan karena ia tidak bisa mendengar suara apapun. Dengan kata lain baik pikiran dan tubuh dalam konsidi istirahat total.
Dengan mengetahui gelombang otak maka kita bisa mengetahui kapan menggunakannya untuk berbagai keperluan misalnya, analisa, sugesti, terapi, anestesi dan lain-lain.Bila anda ingin mengetahui lebih jauh penggunaan gelombang otak dan pemanfaatanya silahkan mengikuti training Hipnotis-Hipnoterapi yang kami adakan setiap hari sabtu dan Minggu.
Segera hubungi IMT: 081224179511